We Are Dekonstruksi :)

Dekonstruksi……dalam ilmu Arsitektur artinya meruntuhkan paradigma, sistem  dan konstruksi materialisme kapitalisme, lalu  menggantinya dengan sistem dan paradigma syari’ah, ya kira-kira begitulah artinya.

Tapi gue nggak akan ngasi kuliah tentang paham dekonstruksi ini. Dekonstruksi yang gue maksud ini adalah sekumpulan anak-anak arsitek Trisakti angkatan 2006. Di kampus gue, setiap angkatannya memiliki nama tersendiri, dan buat angkatan gue…………………..Dekonstruksi

Disaat kita bersama
Diwaktu kita tertawa menangis merenung oleh cinta 
Kucoba hapuskan rasa 
rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku

Lagu ini dulu kami nyanyikan bersama saat pengukuhan. Ya, waktu jaman gue masih jadi anak baru masih ada ospek. Awalnya terasa menyebalkan, melelahkan dan buang-buang waktu. Senior kami waktu itu selalu berkata seperti ini

“Nikmatin masa-masa kaya sekarang. Karena masa-masa yang kaya sekarang yang bakal bikin kalian kangen”

Read More »

Advertisements

Menunggu Esok

Setelah menutup 4 musim cinta-nya gagas media, setelah tertawa membaca tulisan-tulisan Adhitya Mulia, tiba2 gue teringat blog ni lgi…Hai kamu yang di sana, apa kabar?

Pekerjaan kedua yang gue benci adalah menunggu, apalagi kalo hasilnya belum pasti baik. Seperti yang gue tunggu sekarang. Berharap. Dan berdoa. Cuma itu yang bisa gue lakuin sekarang demi menunggu yang satu ini.

PENGUMUMAN LULUS Read More »

Malam Ini

Kamar Kosan, Grogol, 18 November 2010, Jam 22.00

Sibuk Dengan Tugas Akhir

Itu hal yang setiap hari harus gue hadapin sekarang. Kata-kata yang dulu gue harapin akan datang cepet, ternyata jadi beban tersendiri. kurangnya waktu istirahat, kurangnya waktu main-main, kurangnya quality time buat diri sendiri, dan kurangnya waktu buat gue berfikir kreatif untuk hal lain selain “Tugas Akhir”

Hari ini, jam ini gue sendirian di kamar kosan tanpa beban untuk ketemu dosen pembimbing besok, dan tiba-tiba merasa kangen kepada huruf-huruf ini. M-E-N-U-L-I-S Read More »

Mahasiswa dan Kuliah

Kadang-kadang gue ngerasa pengen balik jadi mahasiswa semester awal, dimana tugas belom terlalu berat, masih bisa banyak main dan (yang paling penting) belom ada tuntutan buat cepet lulus. Tapi nggak mungkin kan?!

Secara sekarang dengan cepatnya gue udah jadi mahasiswa semester 8 dimana sebagian temen-temen gue udah masuk tugas akhir. Dan gue (dengan suksesnya) masih terjebak di lantai 6 (FYI : Di gedung gue, lantai 6 dan 7 itu ruang kuliah dan lantai 9 khusus buat mahasiswa tugas akhir. Lantai 8?! ruang dosen aka ruang para dewa) karena 1 mata kuliah penentu TA yang nggak lulus-lulus.

Semester ini kedua kalinya gue ikut mata kuliah “angker” ini setelah tragedi nilai D yang gue dapet di semester kemaren, dan sekarang gue kena tragedi ‘Tugas-Nggak-Diterima-Gara-gara-Telat-Ngumpulin” Read More »

Dosen Juga Manusia

Setiap kampus pasti ada dosen yang hmmmm…apa ya istilahnya?! sebut saja dosen menyenangkan dan tidak menyenangkan. Di jurusan gue (baca: arsitektur), dosen menyenangkan disini bisa dibilang dosen yang ngerti apa maunya mahasiswa, banyak ngasi solusi desain, nggak banyak maunya, nggak dikit-dkit suruh ubah desain, nggak bawel, enak diajak ngobrol kalo lagi asistensi, nggak pelit tandatangan (di buku asistensi), dan lain lain dan lain lain

Sedangkan si dosen nggak menyenangkan ini, mau mulai ngomonginnya aja udah males duluan. Salah satunya adalah dosen yang (rencananya) bakal gue temuin di kuliah pagi ini (dan Alhamdulillah ternyata dia di ganti) mulai sekarang kita sebut Bu. A Read More »