“Mamonde – Aqua Peel Peeling Gel” Untuk Masalah Whiteheads

Selama beberapa tahun ini, gue mengandalkan chemical exfoliator untuk exfoliating sel-sel kulit mati. Walaupun works di wajah gue, tapi hasilnya nggak bisa dirasain secara instan dan baru bisa kelihatan setelah beberapa minggu.

Sementara setelah pemakaian physical exfoliator, minimal kita bisa ngerasa kalau wajah jadi lebih halus. Karena wajah gue agak sensitif kalo pake scrub (apalagi yang terlalu besar), jadi gue lebih memilih peeling gel sebagai physical exfoliator.

7-edit

Suatu hari gue menemukan “Mamonde” Aqua Peeling Gel di halaman utama Shopee dan lagi diskon lebih dari 50%. Tanpa pikir panjang, langsung check out dan bayar. Kebetulan waktu itu wajah gue juga lagi bermasalah.

For Your Information:
Tipe kulit gue normal, dehydrated dan agak sensitif.

Karena impressed sama hasilnya, maka gue memutuskan buat nge-review produk ini.

Kemasan

Kemasan peeling gel “Mamonde” ini adalah kemasan produk favorit gue yaitu tube. Karena selain praktis dan nggak rentan jatuh, produk juga lebih higienis karena nggak terpapar udara luar. Terlebih karena ujungnya kecil, kita bisa mengontrol sebanyak apa produk mau dikeluarkan.

Read More »

Lima Drama Korea Tersayang Walaupun Kadang Menyakitkan

Hubungan gue dan drama Korea dimulai dari “Full House” tahun 2005 di Indosiar, walaupun nggak sampe abis karena waktu itu ngerasa nggak relate sama ceritanya. Lanjut “Boys Over Flowers” tahun 2009 buat ngelengkapin semua versi adaptasi komik “Hana Yori Dango”, setelah selesai sama “Meteor Garden” (Taiwan) dan “Hana Yori Dango” (Jepang).

27
(source)

Tapi sebenernya gue nggak banyak nonton drama Korea. Gue cuma nonton kalo penasaran sama pemain atau ceritanya aja. Kalo emang nggak suka, ya nggak gue tonton, walaupun banyak diomongin orang. Termasuk “Descendants of the Sun”, “Sky Castle”, “The World of the Married” sama “Crash Landing on You”. Gue nggak bilang drama-drama ini jelek ya, cuma nggak tertarik aja.

Nggak semua drama juga gue tonton sampe selesai. Ada yang cuma beberapa episode. Biasanya karena bosen atau setengah jalan ngerasa ceritanya jadi aneh. Kadang berenti di episode dua (“The Heirs”), episode enam (“Marriage Not Dating”), bahkan episode empat belas (“When the Devil Calls Your Name”).

22
(source)

List di bawah ini adalah beberapa drama (plus genre-nya) yang gue suka banget banget sampe bikin hati hampa waktu episode-nya abis. Buat kalian yang baru mulai nonton drama Korea karena captain Ri Jeong-hyeok, mungkin ini bisa jadi “racun” berikutnya.

1. “The Lonely and Great God : Goblin” — Fantasy

16 episode + 3 special (2016)

1
(source)

Gue selalu mudah tertarik sama drama Korea yang genre-nya fantasy. Pindah-pindah dunia, beda dimensi, masa lalu, reinkarnasi, dunia mimpi, alam baka, yang gitu-gitu lah. Makanya waktu baca sinopsis-nya, gue langsung penasaran buat ngikutin drama ini.

Read More »

Samsung K-Beauty Event + Mini K-Pop Concert

Tanggal 24 November 2018, gue dapet invitation ke “Samsung K-Beauty Event” di The Pallas, SCBD. Dari namanya, bisa kebayang kalo acara ini berhubungan dengan makeup dan Korea. Setelah banyak malam minggu gue habiskan di rumah, ngeliatin Mas Suami main PUBG sambil ngemil kentang goreng, akhirnya bisa main keluar. Finally!

Invitation ini dari kuis “Samsung Galaxy Fan Weeks”, yang hadiah utamanya trip ke Korea, join variety show “Get It Beauty” dan face to face sekaligus say 안녕하세요 (Annyeonghaseyo) ke Jung Hae In. Mungkin karena foto yang kurang presentable atau followers yang kurang banyak, gue cuma kepilih jadi salah satu dari 100 orang yang bisa dateng ke “K-Beauty Event” ini. Lumayan lah…

(source)

Satu invitation cuma buat satu orang, jadi nggak bisa ngajak temen, tetangganya temen atau pacarnya temen. Waktu sampe sana, di depan The Pallas udah rame. Jam 16.30 akhirnya antrian registrasi ulang dimulai. Setelah data-data kita diverifikasi, mereka ngasih corsage dan Galaxy Fan Weeks gift voucher. Tadinya gue pikir, acara ini semacam workshop. Duduk, nonton presentasi, bikin-bikin sesuatu, makan, pulang-pulang dapet goodie bags. Tapi ternyata………………acaranya kaya pameran.

dsw0f8luwaanzam.jpg
(source)


Read More »

Dibalik Variety Show Korea – Sebuah Pengalaman

Running Man

Semua penggemar Korea, K-Pop, K-Drama pasti tahu variety show terkenal ini. Gara-gara adek gue yang setiap weekend suka banget nonton ini, gue jadi ikut ketularan. Dan setiap kita lagi asyik ketawa-tawa, Mamah pasti komen,
“Ini acara apaan sih? Berisik banget. Semua orang ngomong.”

B
heeyy…yooo…heeyy…yooo… (source)

5 tahu lalu, tak dinyana tak diduga, gue terjebak di sebuah variety show Korea dan muka gue muncul selama 5 episode di Channel M. “Wiki Korea Tour 2013”

1526017313094

Gimana caranya gue bisa ikut acara kaya gini?
Awalnya monggo dibaca di cerita yang ini.

Kenapa gue bilang terjebak?
Soalnya waktu menang, gue nggak tahu kalo konsep acaranya kaya gini. Sebelum berangkat, gue udah baca satu blog yang ditulis sama pemenang tahun lalu (Korea selalu bikin special event untuk promoting korean culture dengan konsep yang berbeda setiap tahun. Tahun 2013 konsepnya “PSY’s Wiki Korea”), dan ditulis kalo ada banyak camera dan crew. Ntah kenapa waktu itu gue mikirnya,

“Ah…paling camera SLR aja…”

Kaget lah waktu pertama kali sampe di Incheon International Airport, tiba-tiba ada 2 camera besar dateng ke arah gue, menyambut dengan semangat. Sementara gue masih ngumpulin nyawa yang ketinggalan di pesawat, eh disodorin mic buat interview, pake bahasa inggris lagi!

Orang-orang di Airport yang ngeliat gue mungkin mikir,

“Artis? Ah…tapi mukanya nggak mendukung.”
“Kalo bukan artis kenapa ada camera?”
“Jangan-jangan TKW Korea yang kerja di luar negeri trus di deportasi
gara-gara nyolong susu coklat majikannya.”

Kalo mau tahu gue ngapain aja di acara ini, bisa di cek blog post yang ini. Nah sekarang gue mau cerita tentang behind the scene-nya. Yang terjadi di belakang sebuah variety show Korea.
Read More »

Belanja…Mending Nyesel Beli Daripada Nyesel Nggak Beli…

Dulu nggak pernah kebayang bisa keluar negeri. Soalnya setiap liburan dan lebaran, nggak pernah ada ceritanya pergi lebih dari Puncak atau Jogja – Solo. Tapi karena keisengan ikut kuis ditambah keberuntungan, gue akhirnya menginjakkan kaki di Singapore, Korea Selatan, sama Paris.

Yang namanya liburan nggak lengkap kalo belum belanja, apalagi perempuan. Lihat barang lucu berenti, lihat barang warna warni pengen masuk, lihat barang aneh pengen dipeluk ke kasir. Kalo tas sama sepatu, gue masih bisa tahan. Tapi kalo udah ngeliat snack yang aneh, rasanya mau dibeli semua! Bahkan gue tergoda buat beli “Pringles” rasa Chicken Taco di Paris, hanya karena tulisan “Food Truck Flavor”, yang ternyata makan tempat di koper.

Tapi tetep aja, karena selalu kepikiran budget, kepelitan menahan gue buat royal. Terus waktu udah pulang, baru deh nyesel. Nyesel kenapa nggak beli ini, kenapa nggak beli itu, kenapa nggak beli banyak, dan yang lainnya. Padahal sebenernya masih ada budget dan gue juga nggak tiap tahun bisa ngeliat Eiffel.

Huft.

a
(source)

“Pintarnya” gue adalah setiap mau pergi, gue nggak googling dulu barang apa yang cuma ada di sana. Jadi pas mau belanja, malah bingung apa yang mau dibeli. Sampe Jakarta ya sama, nyesel lagi.

Judul blog ini sebenernya dari kata-kata temen cowok gue yang kesel gara-gara temen-temen ceweknya ngomong mulu mau beli ini, tapi mahal, tapi pengen, tapi sayang uangnya, tapi kebayang-bayang,

“Heh! Mending nyesel beli daripada nyesel nggak beli! Udah beli aja gih! Bawel.”

Beberapa barang yang nyesel nggak kebeli dan mau titip temen yang keluar negeri itu antara lain adalah ini.

Read More »