Tricherie

“Aku langsung yah” Dia mengecup keningku, meninggalkanku termenung di depan rumah sementara suara motornya menderu menjauh. Biasanya dia akan meminta segelas air dingin lalu bercanda betapa jauhnya rumahku. Aku masuk ke dalam rumah sambil mengingat apa yang terjadi sampai dia berlalu begitu cepat.

Kami sedang duduk di cafe setelah menonton film, selama nonton perhatiannya terbelah antara HP dan kilasan gambar di depan matanya. Begitupun saat ini, dia berkali-kali melihat HP-nya, mengetik dengan senyum di bibirnya, lalu lupa aku sedang bercerita apa. Kata “Maaf…maaf…kamu lagi cerita apa tadi?” terdengar berulang kali sampai akhirnya aku diam. Kejadian ini bukan hanya hari ini saja, tetapi sudah berulang kali. Sampai ketika ice cream datang dan dia melihat sesuatu di HP-nya yang membuatnya buru-buru mengajakku pulang dan melupakan dessert favoritnya.

I’m not jealous, aku hanya tidak suka saat dia terlihat menutupi sesuatu. Aku percaya padanya. Tapi……

Aku menghembuskan nafas mengingat semuanya sambil mencari HP di dalam tas. Hari ini harus ditutup dengan curhat kepada sahabatku. Setelah bercerita panjang lebar, kalimat pertama yang muncul di layar adalah

“Dia selingkuh!”

“What????”

-Baca Lanjutannya->

Advertisements