Cheria “Halal Traveler” – Aplikasi Travel Multifungsi

Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya.
Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
– QS. Al-Mulk Ayat 15 –

2013 – Traveling Pertama Kali

Pertengahan tahun ini aku berkesempatan mengikuti suatu acara dari sebuah tourism organization dan untuk pertama kalinya aku traveling keluar negeri. Saat packing, aku hanya menyiapkan mukena dan aplikasi shalat. Tempat shalat-nya nanti tanya translator atau crew di sana saja, itu yang aku pikirkan saat memasukkan sajadah muka ke dalam backpack hitamku.

Waktu sampai, ternyata tidak semudah itu. Karena kami (14 orang dari berbagai negara) harus mengikuti jadwal acara yang ketat, aku dan beberapa orang yang beragama Islam tidak bisa pergi terlalu lama untuk mencari masjid. Ternyata crew acara yang aku tanya juga tidak terlalu mengenal daerah setempat untuk mengetahui letak masjid terdekat.

tumblr_n2hxprwZyx1tt4o4qo1_500
shalat di mana kita? (source)

Jalan keluarnya adalah dengan shalat di pojok restaurant atau di sudut tempat-tempat yang kita datangi. Beruntungnya, selalu ada mas translator yang siap sedia menemani kami. Hal ini membuatku mengalami kejadian lucu di sebuah restaurant. Saat sudah memakai mukena, salah satu pengunjung bertanya kepada mas translator untuk diijinkan berfoto denganku. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi mas translator menjelaskan sambil menahan tawa. Setelah berfoto, bapak itu berterima kasih dan memberikanku ruang untuk beribadah. Itu adalah salah satu pengalaman menarik di negara tersebut.

Setelah acara selesai, aku menyadari sesuatu. Mungkin mereka bukannya tidak tahu letak masjid terdekat, tapi hanya tidak familiar. Lalu aku berfikir, mengapa aplikasi shalat ini tidak sekaligus menunjukkan lokasi masjid terdekat?

Tapi kemajuan teknologi saat ini sudah semakin berkembang. Banyak aplikasi baru yang bertujuan memudahkan hidup kita. Salah satunya adalah munculnya beragam aplikasi untuk kita yang beragama Islam. Dengan semakin banyaknya kegiatan, kita harus tetap ingat untuk break sejenak dan melaksanakan tugas kita sebagai Muslim. Terutama saat travelling.

Perjalanan itu seharusnya mendekatkan, bukan menjauhkan kita pada-Nya.
– Asma Nadia –

“Halal Traveler” dari Cheria Halal Holiday

Logo Halal Traveler

Aplikasi travel lokal buatan Indonesia ini ditujukan untuk para traveler Muslim agar tidak melupakan kewajibannya saat bepergian. Fitur-fitur pada aplikasi ini memiliki fungsi lebih dari itu.

Read More »

Dibalik Variety Show Korea – Sebuah Pengalaman

Running Man

Semua penggemar Korea, K-Pop, K-Drama pasti tahu variety show terkenal ini. Gara-gara adek gue yang setiap weekend suka banget nonton ini, gue jadi ikut ketularan. Dan setiap kita lagi asyik ketawa-tawa, Mamah pasti komen,
“Ini acara apaan sih? Berisik banget. Semua orang ngomong.”

B
heeyy…yooo…heeyy…yooo… (source)

5 tahu lalu, tak dinyana tak diduga, gue terjebak di sebuah variety show Korea dan muka gue muncul selama 5 episode di Channel M. “Wiki Korea Tour 2013”

1526017313094

Gimana caranya gue bisa ikut acara kaya gini?
Cerita awalnya monggo dibaca di sini.

Kenapa gue bilang terjebak?
Soalnya waktu menang, gue nggak tahu kalo konsep acaranya kaya gini. Sebelum berangkat, gue udah baca 1 blog yang penulisnya ikutan acara tahun lalu (Korea selalu bikin special event untuk promoting korean culture dengan konsep yang berbeda setiap tahun. Tahun 2013 konsepnya “PSY’s Wiki Korea”), dan ditulis kalo ada banyak camera dan crew. Ntah kenapa waktu itu gue mikirnya,

“Ah…paling camera SLR aja…”

Kaget lah waktu pertama kali sampe di Incheon International Airport, tiba-tiba ada 2 camera besar dateng ke arah gue, menyambut dengan semangat. Sementara gue masih ngumpulin nyawa yang ketinggalan di pesawat, eh disodorin mic buat interview, pake bahasa inggris lagi!

Orang-orang di Airport yang ngeliat gue mungkin mikir,
“Artis? Ah…tapi mukanya nggak mendukung.”
“Kalo bukan artis kenapa ada camera?”
“Jangan-jangan TKW Korea yang kerja di luar negeri trus di deportasi gara-gara nyolong susu coklat majikannya.”

Kalo mau tahu gue ngapain aja di acara ini, bisa di cek postingan ini. Nah sekarang gue mau cerita tentang behind the scene-nya. Yang terjadi di belakang sebuah variety show Korea.
Read More »

Makan Makanan Padang Di Padang (Sebuah Cita-Cita)

Nasi putih panas, ayam bakar di satu sisi piring, ditambah rendang dengan bumbunya yang menutupi sebagian nasi, disiram kuah gulai tunjang, sambel ijo dan daun singkong terduduk rapih di pinggir plus kerupuk kulit dan teh tawar hangat. Terlihat enak yah. Akupun menulis sambil menahan keinginan kabur ke RM. Padang. Tapi pernah ada masanya aku sama sekali nggak suka makanan Padang,

Dulu waktu SMP, aku kesel banget setiap diajak ke RM. Padang sama keluarga. Nggak tahu juga kenapa, kayaknya sih gara-gara pedes. Soalnya aku emang nggak suka pedes dari kecil. Sampe suatu hari…………aku iseng nyobain bumbu rendang di piring Mamah. Soalnya aku liat mereka makan lahap banget, kaya enak banget gitu. Waktu bumbu rendang itu masuk mulut, kaya ada cahaya muncul dari piring,

K
(source)

“Kenikmatan duniawi mana yang selama ini aku lewatkan, ya Tuhan??”

Mulai hari itu aku jadi suka banget sama masakan Padang. Dan sejak banyak acara jalan-jalan di TV, terus food blogger dan food vlogger mulai bermunculan, aku dapet pencerahan apa yang mau aku lakukan,

“Makan makanan Padang di Padang!!”

*by the way, kata Padang di sini, maksud aku Sumatera Barat ya. Secara, Padang kan salah 1 kota di Sumatera Barat dan nggak semua makanan yang aku tulis merupakan makanan dari kota Padang. Jadi tulisan ini mencakup semua makanan di Sumatera Barat.

Setelah nonton Youtube ini itu dan baca review sana sini, inilah tujuan liburan impianku di Sumatera Barat.

Read More »

Long Weekend di Anyer Cottage

Long weekend.

Kata-kata ini biasanya identik dengan “liburan”. Tapi……nggak buat kami. Dibanding pergi keluar kota, Mas Suami lebih suka menghabiskan long weekend-nya dengan santai-santai di kamar sambil main Mobile Legend.

Tapi long weekend kali ini beda. Karena ide dari seseorang di rumah (tolong jangan suruh gue nginget siapa, karena kalo idung nggak nempel udah pasti ketinggalan setiap hari) di awal minggu, jadilah long weekend kemarin (30 – 31 Maret 2018) kami sekeluarga terdampar di Anyer.

giphy
libur telah tiba…hore…hore…hore! (source)

Kami berangkat dari Jakarta jam 1/2 8 pagi. Setelah late breakfast di Broaster Chicken dan ngeborong semua Indomie Goreng Jumbo rasa ayam panggang di Indomart rest area, akhirnya sampe cottage jam 11 siang. Disambut oleh sinar matahari yang bikin gue pengen ngeruntel masuk ke dalem kulkas.

Karena kami di pantai, kegiatan Mas Suami jadi agak beda nih. Dia santai-santai di cottage, nge-vape (yang bikin gue mikir ada fogging DBD di Anyer), nikmatin semilir angin pantai, minum air kelapa………sambil main Mobile Legend.
*ternyata sama aja.
*cuma pindah tempat.

20180331_080454-01

Keputusan milih tempat ini buat liburan adalah karena Adek ipar pernah nginep di sini sama temen-temennya. Dan karena kami bingung cari tempat yang belom penuh, jadi ya ke sini aja.

Anyer Cottage Review

Read More »

Karena Jujur Lebih Baik – Cerita Kami Mau Bulan Madu

Kalo inget persiapan pernikahan 3 bulan lalu (yang hampir bikin gue berubah jadi Godzilla dan siap memporak-porandakan Pamulang-Pondok Cabe), tiba-tiba berasa lagi capeknya. Di tengah riweuh-nya ngecek dekor, keselnya undangan salah cetak, pusingnya dengerin Mamah yang terus nambah daftar undangan, emosinya dengerin Pacar yang setiap ditanya jawabannya selalu “Terserah” (siapa bilang kata ini cuma punya cewek), dan senengnya belanja buat seserahan, masih ada bulan madu yang perlu diurus.

5D3L1956-01
cuma buat momen ini, nyiapinnya sampe stress

Dulu sebelom memulai semua pertempuran dengan vendor, waktu masih menghayal mau pernikahan yang kaya apa, kami punya rencana bulan madu ke Thailand. Tapi pas ketemu vendor dan uang mulai keluar, rencananya berubah ke Lombok. Abis berantem sama catering, ganti lagi ke Bali. Akhirnya setelah ngomel ke mas-mas undangan dan capek liat tabungan, kami memutuskan buat ke Jogja.

Kenapa Jogja?
Soalnya murah.
Dan kami semakin realistis.

1 bulan sebelum menikah, baru inget kalo kami belom pesen hotel karena gue lebih sering ketemu tante sanggar daripada liat review hotel. Kali ini kami mau nginep di hotel yang kekinian. Kan temanya bulan madu, jadi niatnya cari yang tempatnya bagus tapi nggak terlalu mahal.

Jaman sekarang udah paling bener pesen hotel via online. Selain gampang, nggak ribet, juga hemat karena cuma butuh kuota internet atau wi-fi gratisan. Apalagi dibantu sama applikasi booking di HP, yang bikin kita bisa booking hotel kapan aja di mana aja. Siang sampai petang. Di dalem kantor sampe di atas motor.

Read More »