We Are Dekonstruksi :)

Dekonstruksi……dalam ilmu Arsitektur artinya meruntuhkan paradigma, sistem  dan konstruksi materialisme kapitalisme, lalu  menggantinya dengan sistem dan paradigma syari’ah, ya kira-kira begitulah artinya.

Tapi gue nggak akan ngasi kuliah tentang paham dekonstruksi ini. Dekonstruksi yang gue maksud ini adalah sekumpulan anak-anak arsitek Trisakti angkatan 2006. Di kampus gue, setiap angkatannya memiliki nama tersendiri, dan buat angkatan gue…………………..Dekonstruksi

Disaat kita bersama
Diwaktu kita tertawa menangis merenung oleh cinta 
Kucoba hapuskan rasa 
rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku

Lagu ini dulu kami nyanyikan bersama saat pengukuhan. Ya, waktu jaman gue masih jadi anak baru masih ada ospek. Awalnya terasa menyebalkan, melelahkan dan buang-buang waktu. Senior kami waktu itu selalu berkata seperti ini

“Nikmatin masa-masa kaya sekarang. Karena masa-masa yang kaya sekarang yang bakal bikin kalian kangen”

-Baca Lanjutannya->

Trisakti Hari Ini

Pagi-pagi buka mata, rapiin tempat tidur, nyetel tivi, goyang-goyang dikit, buka twitter alias kepo-kepo timeline

Baru mau update status, eh liat timeline kok banyak yang temanya sama yah…………Trisakti

Ada apa dengan Trisakti hari ini?

Flashback ke beberapa hari yang lalu, banyak berita di twitter kalo tanggal 19 jangan bawa mobil ke kampus, tanggal 19 kampus bakal rusuh, ada berita kalo rektor gue disuruh turun, ribut sama yayasan, bahkan sampe berita kalau ijasah lulusan kemaren nggak sah. Sungguh “keren” kampus gue……..

Dan yang bikin gue melek pagi ini adalah ini

-Baca Lanjutannya->

Graduation

Postingan ini kena pending sehari gara-gara gue sakit kemaren. Tapi proyek 30 hari harus tetep jalan (walaupun nggak tau juga deh ada yang ngikutin atau nggak, hahaha)

Tanggal 16 April kemaren akhirnya gue resmi mendapatkan gelar ST alias WISUDA!!

Setelah 4 1/2 tahun berjuang di arsitektur dan melewati Tugas Akhir yang nggak gampang dan nyaris nggak lulus, akhirnya saya resmi jadi Sarjana Tehnik Arsitektur.

Rasanya lega karena akhirnya selesai juga 1 tanggung jawab sebagai anak ke orang tua, sedih karena harus pisah sama temen-temen yang udah deket banget (FYI 1 angkatan di jurusan gue nggak lebih dari 80 orang), dan bingung kalo lebaran pasti di tanya “udh kerja dimana?” dan kalo gue jawab “belom kerja” mereka pasti bilang “brarti skarang statusnya pengangguran dong” dem! (kisah nyata…udah pernah kejadian skali, minta ditimpuk rasanya) -Baca Lanjutannya->

Menunggu Esok

Setelah menutup 4 musim cinta-nya gagas media, setelah tertawa membaca tulisan-tulisan Adhitya Mulia, tiba2 gue teringat blog ni lgi…Hai kamu yang di sana, apa kabar?

Pekerjaan kedua yang gue benci adalah menunggu, apalagi kalo hasilnya belum pasti baik. Seperti yang gue tunggu sekarang. Berharap. Dan berdoa. Cuma itu yang bisa gue lakuin sekarang demi menunggu yang satu ini.

PENGUMUMAN LULUS -Baca Lanjutannya->

Malam Ini

Kamar Kosan, Grogol, 18 November 2010, Jam 22.00

Sibuk Dengan Tugas Akhir

Itu hal yang setiap hari harus gue hadapin sekarang. Kata-kata yang dulu gue harapin akan datang cepet, ternyata jadi beban tersendiri. kurangnya waktu istirahat, kurangnya waktu main-main, kurangnya quality time buat diri sendiri, dan kurangnya waktu buat gue berfikir kreatif untuk hal lain selain “Tugas Akhir”

Hari ini, jam ini gue sendirian di kamar kosan tanpa beban untuk ketemu dosen pembimbing besok, dan tiba-tiba merasa kangen kepada huruf-huruf ini. M-E-N-U-L-I-S -Baca Lanjutannya->