Angkot Lyfe – Ngobrol Sama Orang Tak Dikenal (Conversation With Strangers)

Beberapa waktu lalu di timeline Twitter gue muncul tweet ini. Iklan dari “Kitabisa.com” ini cukup jadi perbincangan di dunia Twitter. Ntah siapa yang mulai, tapi iklan ini jadi perdebatan apakah bisa disebut pelecehan atau nggak.

thumbnail-1-e1560260408243.jpg
username-nya gue ilangin soalnya tweet-nya udah diapus sama dia

Gue nggak nyalahin yang ngerasa kalo ini termasuk pelecehan. Mungkin karena sekarang tambah susah percaya sama strangers karena beberapa oknum yang bikin image kaya gitu. Padahal,

23435054_1187753454689824_2925775662418686565_n
(source)

Sebagai perempuan yang (dulu) hampir setiap hari naik kendaraan umum, sesekali pernah juga diajak ngobrol sama strangers. Gue sendiri mikir kalo sebagai perempuan, kita punya “indra keenam” yang bisa ngerasain apakah orang ini beneran cuma mau ngobrol atau emang ada niat lain.

Tweet tadi gue reply dengan ini,

thumbnail.jpg

Ya………..segitu random-nya percakapan gue sama orang-orang yang gue temuin di kendaraan umum. Ini adalah beberapa cerita gue bersama mereka.

Cerita “Angkot Lyfe” yang lain bisa baca di sini ya.

.

Mas-Mas Tanah Abang – “Saya mau diputusin Mbak.”

Hari itu karena harus nyiapin acara tahunan jurusan di “Central Park Mall”, gue terpaksa naik Trans Jakarta terakhir, jam 21:30. Waktu naik dari halte “Jelambar” (depan “Mall Ciputra”), gue bareng 1 laki-laki. Gue sengaja milih kursi di barisan tengah deket Mas Trans Jakarta karena bus udah sepi banget. Nggak sampe 5 menit setelah gue naro pantat di kursi, laki-laki tadi (yang ternyata duduk di depan gue) mulai ngomong,

“Kuliah Mbak?”

Gue bengong dulu, mencerna apa dia beneran ngajak ngobrol. Tapi karena nggak ada orang lain di deket gue, akhirnya gue jawab,

Read More »

Angkot Lyfe – Sopir Pacaran

Angkot lyfe adalah kumpulan cerita random dan pengalaman ajaib gue selama menerjang jalanan Pamulang – Jakarta naik kendaraan umum. Alasannya karena gue udah naik angkot dari SMP sampe akhirnya muncul ojek online. Dari naik angkot bareng temen sampe sekarang udah pada naik mobil sendiri.
*ah…sudahlah*
*karena sesungguhnya beli mobil sendiri itu membutuhkan,

7
yang mana ku tak punya (source)

Oh iya, angkot di judul ini berarti ‘angkutan kota’ ya, satu kendaraan yang mengangkut banyak orang. Jadi meliputi semua kendaraan umum, mikrolet, metromini, kopaja, kowanbisata, koantas bima, PO deborah, trans jakarta, KRL dan kawan-kawannya.

Bertahun-tahun naik angkot, berjibaku dengan kerasnya Jakarta, sendiri atau maksa temen biar pulang bareng, dengan penuh rasa haru gue mengakui pernah melakukan beberapa hal di bawah ini:

Gelantungan di pintu mikrolet pake seragam sekolah…………check
Ngomelin bapak-bapak duduk ngangkang berlebihan………….check
Nangis trus diliatin seantero mikrolet………………………………..check
Naik bus nggak bayar……………………………………………………….check
Gontok-gontokan sama ibu-ibu, bapak-bapak, mas-mas………check
Gelantungan di pintu bis diliatin gebetan……………………………check

B
(source)
A
aku merasa kotor (source)

Tapi setelah 2 kali kecopetan (dan 1 kali hampir dicopet), 3 kali nonton orang berantem sama copet, 1 kali liat copet ke-gap, 2 kali “ditempel” sexual predator, ntah berapa kali diboongin kenek bis, dan nggak pernah sekalipun duduk samping mas-mas cakep macam di FTV, sekarang gue lebih milih naik KRL dan ojek online dibanding naik bus kota dan temen-temennya. Kalo emang harus naik bus, gue mendingan naik trans jakarta. Kecuali kalo terpaksa.

Read More »