Before – After (Jerawat dan Bekasnya) Dua Serum “Scarlett Whitening”

Kayaknya jaman sekarang hampir semua wanita punya dan pake produk skincare ya.
Aku sendiri termasuk telat, baru sekitar empat – lima tahun ini waktu kerja di sebuah produk kecantikan. Tapi banyak yang dari umur belasan udah mulai concern sama kondisi kulit wajah mereka.

Menurut aku dari semua rangkaian skincare routineserum punya kandungan yang paling potent. Jadi paling bikin happy kalo cocok dan paling ngerepotin kalo nggak cocok. Biasanya di kulit wajah aku akan kelihatan hasilnya antara satu sampai dua minggu setelah pemakaian.

Kalian ngerasa familiar nggak sama judulnya?

Iya, brand ini pernah di-review sebelumnya. Waktu itu aku ngebahas soal produk body care mereka yang lagi hits. Yang ini review-nya.
Nah, baru-baru ini “Scarlett Whitening” nge-launching produk barunya, yaitu skincare. Lebih tepatnya face serum. Dan sama seperti body care-nya, serum ini juga udah ada BPOM-nya lho.

24
(source)

Untuk saat ini, “Scarlett Whitening” punya dua serum yang bisa dipilih sesuai jenis kulit kamu,

  1. Acne Serum  ————————– Acne prone skin
  2. Brightly Ever After Serum —— All skin type

13-edit 2

Kalo dilihat dari namanya, dua serum ini yang paling basic dan cocok untuk masalah umum semua wanita. Acne dan bright. Mungkin ini alasannya “Scarlett Whitening” memutuskan dua serum ini sebagai line pertama dari produk skincare mereka.

For Your Information:
Tipe kulit aku normal, dehydrated dan agak sensitif

Karena dua serum ini udah aku pake selama kurang lebih dua minggu, jadi aku udah bisa review produk ini. Mari kita bahas satu persatu.

Kemasan

Dua serum ini punya kemasan yang sama persis, cuma warnanya saja yang berbeda. Ungu untuk acne dan pink untuk brightly. Kalo punya dua-duanya, kamu cukup lihat warnanya aja untuk pembedanya. Jadi nggak akan ketuker.

15-edit

Read More »

“Mamonde – Aqua Peel Peeling Gel” Untuk Masalah Whiteheads

Selama beberapa tahun ini, gue mengandalkan chemical exfoliator untuk exfoliating sel-sel kulit mati. Walaupun works di wajah gue, tapi hasilnya nggak bisa dirasain secara instan dan baru bisa kelihatan setelah beberapa minggu.

Sementara setelah pemakaian physical exfoliator, minimal kita bisa ngerasa kalau wajah jadi lebih halus. Karena wajah gue agak sensitif kalo pake scrub (apalagi yang terlalu besar), jadi gue lebih memilih peeling gel sebagai physical exfoliator.

7-edit

Suatu hari gue menemukan “Mamonde” Aqua Peeling Gel di halaman utama Shopee dan lagi diskon lebih dari 50%. Tanpa pikir panjang, langsung check out dan bayar. Kebetulan waktu itu wajah gue juga lagi bermasalah.

For Your Information:
Tipe kulit gue normal, dehydrated dan agak sensitif.

Karena impressed sama hasilnya, maka gue memutuskan buat nge-review produk ini.

Kemasan

Kemasan peeling gel “Mamonde” ini adalah kemasan produk favorit gue yaitu tube. Karena selain praktis dan nggak rentan jatuh, produk juga lebih higienis karena nggak terpapar udara luar. Terlebih karena ujungnya kecil, kita bisa mengontrol sebanyak apa produk mau dikeluarkan.

Read More »

Tips “Bertahan Hidup” (Ketemu Orang Baru) Dari Si Introvert

Bertahun-tahun otak gue menolak buat mengiyakan apa aja, yang berhubungan dengan pergi ke tempat baru dan mengharuskan ketemu orang baru. Thanks, but no thanks.

A
(source)

Kenapa?
Baru ngebayangin aja, jantung udah deg-degan kenceng dan ujung kaki mulai dingin.
Gue susah basa-basi sama orang lain, apalagi yang baru kenal.
Bingung harus ngapain, diem di pojokan atau sok akrab, takut ngasih first impression yang nggak baik.

Hasilnya, gue punya 184.523 alasan untuk diem di rumah dan nggak pergi ke tempat baru.

Introvert?
Gue emang introvert. Tapi katanya introvert nggak ada hubungannya sama hal-hal di atas. Karena introvert sebenernya (kalo mau) bisa aja mingle sama banyak orang, cuma abis itu badan jadi capek banget kaya nyawa dicabut setengah dan harus sendirian buat balikin energi. Itulah kenapa kami lebih memilih stay di tempat tidur sampe full power lagi.

B
(source)

Banyak istilah buat keadaan kaya gini, pemalu, antisosial, socially awkward, social anxiety, macem-macem. Gue sendiri nggak berani menyebut pake salah satu istilah itu, pokoknya yang punya masalah kaya gini pasti tahu rasanya.

Read More »

Lima Drama Korea Tersayang Walaupun Kadang Menyakitkan

Hubungan gue dan drama Korea dimulai dari “Full House” tahun 2005 di Indosiar, walaupun nggak sampe abis karena waktu itu ngerasa nggak relate sama ceritanya. Lanjut “Boys Over Flowers” tahun 2009 buat ngelengkapin semua versi adaptasi komik “Hana Yori Dango”, setelah selesai sama “Meteor Garden” (Taiwan) dan “Hana Yori Dango” (Jepang).

27
(source)

Tapi sebenernya gue nggak banyak nonton drama Korea. Gue cuma nonton kalo penasaran sama pemain atau ceritanya aja. Kalo emang nggak suka, ya nggak gue tonton, walaupun banyak diomongin orang. Termasuk “Descendants of the Sun”, “Sky Castle”, “The World of the Married” sama “Crash Landing on You”. Gue nggak bilang drama-drama ini jelek ya, cuma nggak tertarik aja.

Nggak semua drama juga gue tonton sampe selesai. Ada yang cuma beberapa episode. Biasanya karena bosen atau setengah jalan ngerasa ceritanya jadi aneh. Kadang berenti di episode dua (“The Heirs”), episode enam (“Marriage Not Dating”), bahkan episode empat belas (“When the Devil Calls Your Name”).

22
(source)

List di bawah ini adalah beberapa drama (plus genre-nya) yang gue suka banget banget sampe bikin hati hampa waktu episode-nya abis. Buat kalian yang baru mulai nonton drama Korea karena captain Ri Jeong-hyeok, mungkin ini bisa jadi “racun” berikutnya.

1. “The Lonely and Great God : Goblin” — Fantasy

16 episode + 3 special (2016)

1
(source)

Gue selalu mudah tertarik sama drama Korea yang genre-nya fantasy. Pindah-pindah dunia, beda dimensi, masa lalu, reinkarnasi, dunia mimpi, alam baka, yang gitu-gitu lah. Makanya waktu baca sinopsis-nya, gue langsung penasaran buat ngikutin drama ini.

Read More »

NONTON LAGI : “Hari Untuk Amanda” – Antara Tunangan dan Mantan Terindah

Melanjutkan tulisan tentang film tahun 2000-an awal, kali ini salah satu film favourite gue yang tayang tahun 2010. Gue pernah cerita di sini kalo “Hari Untuk Amanda” udah gue tonton lebih dari sepuluh kali dan jadi salah satu film terbaiknya Angga D. Sasongko, selain “Cahaya dari Timur: Beta Maluku” (sorry, gue bukan fans film “NKCTHI”).

Film ini nggak bisa ditemuin di iFlix, Genflix, Vidio, HOOQ yang udah tewas atau Netflix, tapi setelah gue cari-cari ternyata kita bisa nonton di website-nya RCTI, mungkin karena film ini produksinya MNC Pictures.

25
nggak tahu poster official-nya yang mana, tapi kayaknya yang ketiga

Ceritanya simple.
Sebelum Amanda menikah, dia mau nyelesein urusannya sama mantannya. Tapi bukannya ngobrol serius, diawali dengan niat nganter undangan mereka malah nostalgia sampe malem.
Buat penyuka film romantis tanpa unsur tangis-tangisan kaya kisah nyata Indosiar atau tanpa plot macem-macem kaya filmnya Dimas Anggara sama Michele Ziudith, film ini bisa jadi pilihan.

“Hari Untuk Amanda” adalah pertemuan kedua Reza Rahadian dan Oka Antara, setelah sebelumnya mereka main bareng di “Queen Bee” tahun 2009. Tokohnya sama juga kaya yang ini, nggak akur.

Disclaimer dulu, tulisan ini akan penuh dengan sudut pandang gue sebagai cewek kalo punya mantan terindah yang bentukannya kaya Oka Antara.
Sebagai yang nonton OK-Jek hanya demi senyumnya mas Iqbal-pake-Q, mohon maaf duluan kalo tulisannya agak bias. Ya gimana nggak bias, tiap denger lagunya “Music For Sale” yang ada di otak gue selalu adegan ini,

J

“Kamu mau, nikah sama aku?”

Sudah siap?

Mari kita mulai.

Hari Untuk Amanda (2010)

1. Setelah tiga logo MNC dan “Visinema” belum punya bumper dengan logo anjing shih tzu peliharaan Angga Dwimas Sasongko + suara anaknya, kita disambut dengan suara renyahnya Aqi “Alexa” dan mukanya Amanda yang lagi berbinar bahagia.

2. Gue ngerti sih, tulisan “Hari Untuk Amanda” di depan undangan ini maksudnya buat nunjukkin judul filmnya dan ngasih kisi-kisi kalo film ini tentang pernikahan.

12

Tapi kalo dipikir lagi kan kurang logis ya.
Nama yang nikah aja Dodi sama Amanda, kenapa di depan undangan tulisannya “Hari Untuk Amanda”? Harusnya mah “Hari Untuk Amanda dan Dodi” tah gituh.

Read More »