Mimpi itu………ada di sana

Pada suatu hari di Jurusan Arsitektur, seorang cewe kece duduk di bagian depan kelas. Hari pertama semester baru ini disambut dosennya dengan kata-kata,

“Ini mata kuliah Sejarah Arsitektur II. Disini kita akan membahas tentang bangunan klasik Eropa.”

Yes, sejarah! Pelajaran yang paling dia nggak suka dari SMP sampe sekarang. Sebelum dia mikir gimana caranya bisa ada kantin saat ini juga, si ibu dosen ngeluarin foto-foto yang bikin dia dapet B+ di mata kuliah ini.

PicsArt_1400827744501

(photo: google.com)

Yap……cewe kece itu adalah gue dan mata kuliah ini yang (ternyata) bikin gue jatuh cinta abis-abisan sama Eropa. 5 taun yang lalu dosen gue ngasih liat gereja klasik Eropa di mata kuliahnya. Bentuknya, denahnya, ukirannya, filosofinya, love at the first sight. Ternyata bener kata orang, kalo kita suka sama sesuatu pasti lebih seneng ngejalaninnya. Gue yang jaman SMA dapet nilai 6 mulu di sejarah, sekarang malah lancar banget waktu presentasi. Bangunan-bangunan ini juga secara nggak langsung berpengaruh ke cara gue ngedesain waktu kuliah. Tapi sampe sekarang kalo ditanya kenapa gue suka banget sama bangunan klasik ini, gue juga nggak bisa jawab. Gue cuma suka aja. Udah. Itu aja. End of story, Titik.

PicsArt_1400833932600

(photo: here)

Waktu si ibu ngejelasin panjang lebar soal denah dan sodara-sodaranya, terus temen sebelah gue sukses tidur, gue sibuk ngayal ada di dalemnya. Pas gue masuk (pake dress putih + victorian top hat), ternyata di ujung lorong ada cowo inggris cakep, tinggi, punya logat british yang seksi lagi berdoa cari jodoh orang jawa, soalnya dia mau punya pacar yang nggak mainstream. Terus kita nggak sengaja tabrakan, liat-liatan, mengalun backsound “Ariana Grande – The Way” dan selanjutnya………terserah si penulis naskah FTV *lanjut nonton SCTV*

Lah, gue malah ngelantur, hahaha. Oke lanjuuuutttt!

St. Paul’s Cathedral

Karena ini temanya “Kenapa gue harus ke Inggris?” Jadi gue mau cerita dikit tentang salah satu bangunan klasik cakep di London, St. Paul’s Cathedral.

St Paul's Cathedral

(photo: here)

Jadi taun 1666, ada kebakaran besar yang menghancurkan sebagian besar kota London. Lalu si arsitek Inggris Christopher Wren ngebangun lagi St. Paul’s Cathedral dengan gaya arsitektur Baroque yang lagi terkenal pada masa itu. Tenang aja, gue nggak akan banyak ngebahas tentang Baroque style kok, gugel langsung aja kalo penasaran.

St. Paul’s Cathedral ini jadi objek wisata terkenal di London. Kalo diliat dari exteriornya, bangunan ini punya bentuk, tower dan ukiran yang simetris. Belom lagi kalo masuk ke dalemnya, gereja ini sama persis kanan kirinya. Coba liat denahnya, pada masa itu hampir semua gereja memiliki denah yang simetris dan berbentuk salib. Fasadenya yang simetris dan bentuk denahnya adalah salah satu ciri gereja klasik Eropa masa itu.

st-pauls-cathedral

(photo: here)

12

Waktu jaman kuliah gambar yang kaya gini yang kita pelajarin, sedetail-detailnya dibahas satu-satu. Kemegahan gereja ini masih dipelihara sampai sekarang, jadi kalo kita ke sini dan liat lukisan di dinding juga ceilingnya, masih keliatan mewah banget. Padahal umur St. Paul’s Cathedral udah lebih dari 300 tahun.

st_pauls_16-jpg

(photo: here)

Gereja ini bukan cuma terkenal karena jadi objek wisata aja, tapi St. Paul’s Cathedral jadi saksi Royal Weddingnya Prince Charles dengan si cantik Lady Diana. Acara National Service of Thanksgiving dalam rangka perayaan The Queen’s Diamond Jubilee (peringatan 60 tahun Queen Elizabeth II memerintah) juga diadain di sini 2 tahun lalu. Selain itu gereja ini juga digunakan saat peringatan kematian Admiral Nelson tahun 1806 dan Winston Churchill tahun 1965.

COLF 2010

(photo: here)

628x471

(photo: here)

Haduuhhh, makin banyak nulis tentang gereja ini makin bikin gue tambah pengen kesana. Pengen banget ngeliat langsung bangunan yang selama ini cuma bisa gue baca dari buku-buku arsitektur yang tebel-tebel itu. Dulu waktu masih kuliah, gue pernah mohon-mohon sama petugas perpustakaan buat bukain kunci rak buku khusus demi baca tentang bangunan klasik ini.

Buckingham Palace

Bukan cuma St. Paul’s Cathedral aja tapi Buckingham Palace juga punya desain klasik Eropa yang kereeennn banget. Bangunan yang awalnya tempat tinggal pribadi milik Duke of Buckingham ini, sejak tahun 1837 (saat pelantikan Queen Victoria) di ubah fungsinya jadi tempat tinggal dan tempat kerja utama untuk anggota kerajaan Inggris. Bangunan ini dibangun dengan gaya arsitektur Neoclassicism dengan renovasi di sana sini.

buckingham-palace-GETTY

(photo: here)

United-Kingdom-image-united-kingdom-36330804-1920-1080

(photo: here)

Old Trafford

Satu lagi tempat yang mau gue datengin kalo gue bisa ke Inggris. Kalo yang ini lebih ke alesan personal sih, jadi gue mau pamer ke the one and only…………pacar gue yang sok tau itu! Pacar gue ini fans MU dari kecil. Dan selama 5 taun kita pacaran, dia cerita segala macemnya soal bola dan Manchester United. Sedangkan yang gue tau soal bola cuma sebatas Tsubasa sama tendangan rajawalinya yang bisa ngeluarin api itu aja.

oldtrafford

(photo: here)

old_trafford04

(photo: here)

Pacar sering bilang kalo fans fanatik MU itu bukan yang sibuk ngomel dan jelek-jelekin team lain kalo MU kalah. Tapi yang mengakui kemenangan team lain, heads up, dan tetap bangga sama MU, nggak kaya fans fanatik artis yang itu tuh. Katanya lagi, Old Trafford itu jadi salah satu goal-nya mereka. Temen gue pernah cerita, ada temen ceweknya (yang pastinya fans MU) punya rencana ke Inggris dari lama, tapi visa-nya susah banget keluar. Pas pernikahannya tinggal 2 minggu lagi, eh ternyata visa-nya keluar. Akhirnya dia rela mundurin tanggal pernikahannya dan pergi ke Old Trafford! Waktu gue tanya si pacar, dia jawab “Yah, mungkin aku juga gitu. Old Trafford itu car. Manchester United!” Wooww……gue cuma bisa bengong. Keramat banget stadion ini buat fans MU.

Weekend-Manchester-United-Old-Trafford-Dressingroom

(photo: here)

old-trafford-1

(photo: here)

Si pacar suka banget cerita macem-macem soal MU. Dari sejarahnya, pemain lama yang namanya nggak pernah gue denger, si kembar Rafael & Fabio, Sir Alex Ferguson, sampe Ryan Giggs yang berenti jadi pemain pro. Walaupun nggak ngerti bola, tapi gue suka aja gitu nemenin pacar nobar, euforia mereka itu seru banget. Kalo gue bisa sampe Old Trafford, gue mau foto di semua sudutnya sambil bawa foto si pacar. Biar dia ngiri setengah mati! Bahahaha *evil laugh* Siapa tau waktu gue ke sana lagi ada pemain siapa gitu (I will know his name when I saw him, hihihi), terus gue mau video-in dia ngucapin salam ke si pacar. Ngasih hadiah ceritanya, biar pacar ga kesel-kesel amat gue bisa nyampe Old Trafford duluan. Bahahaha!! *evil laugh lagi* *petir menyambar di belakang* *kereta kencana turun dari langit*

 

Selain alesan personal soal pacar dan Old Trafford *tarik nafas panjang*

Kenapa sih gue harus ke Inggris?

Gue harus ke Inggris karena disana ada awal dari mimpi gue. Dan mimpi gue harus terwujud.

Semua orang punya cita-cita, gue juga punya. Tapi di satu titik gue mulai lupa apa yang awalnya gue kejar karena terlalu banyak liat ini itu, denger cerita sana sini yang bikin gue mulai nggak fokus sama tujuan gue, arsitektur. Gue suka Inggris karena bangunannya, that’s it. Big ben, Buckingham Palace, Trafalgar Square, St. Paul’s Cathedral, semuanya penuh sejarah. Bangunan klasik yang gue liat di OHP waktu kuliah dulu, itu yang bikin gue suka arsitektur. Semoga dengan ngeliat langsung bangunan ini bisa bikin gue inget lagi rasanya suka arsitektur, rasanya pengen ngedesain kaya gitu, balikin kenangan sama mimpi itu lagi. Mungkin gue bisa nangis kali kalo bener-bener ada disini.

London

(photo: here)

Banyak orang yang nyari pencerahan di hidupnya dalam sebuah perjalanan. Pengalaman adalah guru yang berharga, gitu kata guru SD gue dulu. Di “Eat, Pray, LoveElizabeth Gilbert ke Bali, Orang Muslim pergi umroh, Orang Kristen pergi ke Yerusalem, Harry Potter ke Hogwarts, dan Mada di “Haji Backpacker” bahkan harus ke 9 negara. Gue berharap beberapa tempat yang gue datengin di Inggris nanti bisa jadi pencerahan buat mimpi gue, bisa jelas lagi di mata dan otak gue apa yang gue mau dan apa yang gue butuh. Waktu gue ikutan Wiki Korea Tour 2014 taun lalu, gue dapet temen-temen baru dari Inggris dan Prancis yang dengan senang hati diganggu hidupnya kalo gue main kesana. Gue langsung kepikiran “Jangan-jangan ini satu tanda gue bakal pergi ke sana?”

aa

(photo: here)

Gue emang cinta sama gereja, tapi gue tetep pengen bikin mesjid. Siapa tau nanti setelah gue ke Inggris dan ngerasain langsung pengalaman ruang di bangunan-bangunan klasiknya, gue nemuin gaya desain gue dan bisa ngedesain mesjid yang cantiiikkk banget di Inggris. Mesjid yang penuh ukiran-ukiran cantik dengan filosofi Islam yang kuat, mesjid yang bukan cuma jadi tempat persinggahan orang sholat, tapi juga bisa jadi objek wisata terkenal. Mesjid yang suatu hari bisa ada di buku-buku arsitektur yang ada di rak-rak perpustakaan. Mimpi itu bebas dan gratis kan?

“You make your own dream. That’s the Beatles’ story, isn’t it? That’s Yoko’s story. That’s what I’m saying now. Produce your own dream. If you want to save Peru, go save Peru. It’s quite possible to do anything, but not to put it on the leaders and the parking meters. Don’t expect Jimmy Carter or Ronald Reagan or John Lennon or Yoko Ono or Bob Dylan or Jesus Christ to come and do it for you. You have to do it yourself” –Jhon Lennon

Kalo kata Jhon Lennon, kita sendiri yang harus bikin mimpi kita terwujud, bukan orang lain. Ikut #InggrisGratis ini salah satu cara buat ngeraih mimpi gue. Kalaupun nanti nggak menang, gue pasti nemuin cara buat sampe sana. Gue yakin, kalo gue percaya dan berusaha, Tuhan dan alam semesta bakal bawa gue kesana. Pokoknya gue harus sampe Inggris! Kalo kata Gwen Stacy ke Peter ParkerI have to go to England, Peter, it’s important to me.”

2014-05-22-14-20-05_deco

Cari jodoh emang nggak segampang FTV SCTV, jadi tajir nggak segampang menang lotre, tapi siapa tau ke Inggris segampang nulis blog. Kalo taun lalu gue bisa pergi ke korea dari 1 kalimat, bisa kali taun ini gue ke Inggris dari 1 postingan blog 🙂

Advertisements

One thought on “Mimpi itu………ada di sana

  1. Pingback: #MogerToFrance I -The Power of Words | Life Is Never Flat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s