We Are Dekonstruksi :)

Dekonstruksi……dalam ilmu Arsitektur artinya meruntuhkan paradigma, sistem  dan konstruksi materialisme kapitalisme, lalu  menggantinya dengan sistem dan paradigma syari’ah, ya kira-kira begitulah artinya.

Tapi gue nggak akan ngasi kuliah tentang paham dekonstruksi ini. Dekonstruksi yang gue maksud ini adalah sekumpulan anak-anak arsitek Trisakti angkatan 2006. Di kampus gue, setiap angkatannya memiliki nama tersendiri, dan buat angkatan gue…………………..Dekonstruksi

Disaat kita bersama
Diwaktu kita tertawa menangis merenung oleh cinta 
Kucoba hapuskan rasa 
rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku

Lagu ini dulu kami nyanyikan bersama saat pengukuhan. Ya, waktu jaman gue masih jadi anak baru masih ada ospek. Awalnya terasa menyebalkan, melelahkan dan buang-buang waktu. Senior kami waktu itu selalu berkata seperti ini

“Nikmatin masa-masa kaya sekarang. Karena masa-masa yang kaya sekarang yang bakal bikin kalian kangen”

Kangen dari mana?? Selalu itu yang kami pikirkan. Selalu pulang malam, susah mengerjakan tugas, susah bagi waktu sama keluarga dan pacar (sampe beberapa dari kami akhirnya putus), Nggak bisa tenang waktu kuliah, selalu takut bikin salah, takut-takut kalo hidung-hidung dan mata-mata senior udah mulai muncul di jendela kelas, semua itu yang bikin kita nggak pernah kepikiran kalo kita bakalan kangen masa-masa ini. Nggak banget deh.

Pada waktu itu kita semua cuma mau bebas. Bebas mau pake baju apa aja di kampus (waktu itu kita cuma boleh make baju sesuai perinta senior), bebas mau pulang jam berapa aja, sampe hal terkecil bebas pake poni, hahahahaha……Kaya di penjara yah.

1 minggu……3 bulan……1 semester……pelan-pelan jumlah kami mulai berkurang, satu-satu mulai menghilang, kami mulai terpecah. Tapi itu nggak masalah, kami yang masih ada mulai terbiasa.

Sampai akhirnya lagu itu kami nyanyikan bersamaan dengan air mata dan tawa kami. Seketika semua yang pernah kita lalui bersama tidak terasa terlalu berat, semua itu mudah karena kita melewatinya bersama. Kami bergandengan tangan saat itu, kita berangkulan menjadisatu keluarga. Nama kami Dekonstruksi 2006. Kami bangga menjadi keluarga yang berbeda satu sama lain, karena itu lah kami.

Sekarang, gue kadang-kadang berharap rangkulan dulu nggak akan pernah lepas. Tapi, orang datang dan pergi. Pada akhirnya semua harus menjalani hidupnya masing-masing. Dan akhirnya apa yang dulu pernah senior kami bilang kejadian juga, kami kangen masa-masa itu. Waktu masih disiksa senior bareng-bareng, hahahahaha….sekarang itu jadi bahan ketawa aja kalo lagi ngumpul bareng.

Satu persatu dari kami mulai lulus dan meninggalkan kampus. Kami mulai mengejar cita-cita masing-masing. Semua yang datang perlahan-lahan pasti akan pergi. Tapi kami masih bersama, walaupun tidak secara fisik, Thank’s to teknologi.

Dan kami berhasil melewati Dua tahun

Melewati tahun ke-Tiga walaupun tahun ini tak seramai tahun lalu

Dan tahun ini genap Empat tahun kebersamaan kami

We Are Dekonstruksi 2006! And I miss you guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s