Sakit Itu

Pernah sakit hati?

Gue rasa semua orang yang pernah jatuh cinta pasti pernah ngerasain sakit hati. Karena semua orang yang mau jatuh cinta pasti tau resikonya saat mereka jatuh karena cinta. Bahkan di bukunya “Marmut Merah Jambu” Radityadika penah menulis seperti ini

Pacaran pada dasarnya punya resiko : ngambek, marah dan akhirnya di selingkuhi dan patah hati. Tapi kita, sebagai manusia tetep aja masih mau pacaran. Karena kita tahu bahwa mencintai seseorang, butuh keberanian

Tapi, jatuh cinta tanpa pernah ngerasain sakit hati rasanya kurang pas. Menurut gue, rasa sakit, sedih, kesel, marah itu yang bikin kita tambah dewasa nantinya.

Karena dengan itu semua kita belajar. Belajar segalanya tentang cinta itu sendiri.

Belajar mencintai, belajar menghormati, belajar sabar, belajar menghargai, belajar kuat dan buat gue rasa sakit itu mengajarkan gue bagaimana………………menerima. Menerima kekurangannya sebagai bagian dari dia.

Mungkin lo bisa langsung menyimpulkan kenapa gue bisa sakit hati. Ted Mosby di ‘How I Meet Your Mother’ pernah bilang

Saat kita menjalin hubungan dengan seseorang, itu seperti kuliah panjang tntang dia. Tapi saat kita putus, semua itu seperti tak berarti sama sekali.

Seinget gue waktu itu rasanya sakit, pengen nangis terus, nggak mau ketemu siapa-siapa. Tapi karena keadaan yang memaksa gue selalu tersenyum, gue pelan-pelan belajar caranya menutupi itu semua. Bagaimana caranya memakai topeng.

Dan semakin lama, gue juga pelan-pelan belajar bagaimana rasa sakit itu membuat gue semakin kuat dan membuat gue berjanji kalau gue nggak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi

Tangis itu membuat gue kuat.

Rapuh itu justru membuat gue sadar sebanyak apa orang yang sayang dan peduli sama gue

Sedih itu membuat gue waspada

Semua lagu-lagu mellow itu membuat gue tersenyum

Intinya sakit itu membuat gue dewasa

Makasih buat lo yang udah mengajarkan gue bagaimana jatuh saat bahagia

Dan banyak terima kasih buat kalian yang ada saat gue butuh seseorang

Satu terima kasih buat kamu yang ada saat ini dan pernah bilang “Itu semua masa lalu”

‘Satu Jam Saja’ aku harap dulu lagu ini bisa kita dengerin bareng-bareng agar kamu mengerti bagaimana jadi aku. Tapi sekarang aku bersyukur, karena tanpa pengalaman itu aku nggak akan jadi kuat

-Buat kamu yang mengajarkan sakit-

NB : And now I move on!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s