Melihat Lebih Dekat “Ada Apa Dengan Cinta (AADC) – 2002”

Ada Apa Dengan Cinta (2002)

Se-nggak tahu-nya kalian sama film Indonesia, sejarang-jarangnya kalian nonton film Indonesia, kalo Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pasti pernah nonton minimal satu kali. Banyak alasan kenapa AADC sekeren dan se-iconic itu. Bisa jadi karena dia film remaja pertama setelah bertahun-tahun film Indonesia mati suri atau karena faktor internal film ini sendiri. Chemistry para pemainnya, ceritanya yang relateable, acting mereka yang keren, dialognya yang (mungkin) nggak sengaja dibikin puitis tapi nempel banget.

Gue sendiri nonton lebih dari 10 kali. Pertama kali waktu SMP di 21 Pamulang. Iya, dulu Pamulang punya bioskop yang bangunannya berdiri sendiri (nggak di dalem mall), lengkap dengan ding dong. Nontonnya bareng………cowok yang dikenalin sama teman gue lalu menghilang sebulan kemudian. Gue pikir dia ke New York kaya Rangga, tapi nggak lama gue ngeliat dia sama cewek lain. Laki!

12
nggak tahu kenapa tiket ini masih gue simpen

Oke………Balik ke AADC.

Gue yakin semua hafal ceritanya di luar kepala. Kalo scene Cinta berantem sama Rangga di lapangan basket disetel tanpa suara, pasti banyak yang bisa dubbing dialog-nya. Tapi di sini gue mau nulis hal-hal di AADC, yang baru gue temukan setelah memperhatikan lebih seksama. Salah satunya, kenapa Rangga nggak jemput Cinta ke rumahnya, tapi langsung ketemuan di Blues Cafe.Read More »

Cheria “Halal Traveler” – Aplikasi Travel Multifungsi

Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya.
Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
– QS. Al-Mulk Ayat 15 –

2013 – Traveling Pertama Kali

Pertengahan tahun ini aku berkesempatan mengikuti suatu acara dari sebuah tourism organization dan untuk pertama kalinya aku traveling keluar negeri. Saat packing, aku hanya menyiapkan mukena dan aplikasi shalat. Tempat shalat-nya nanti tanya translator atau crew di sana saja, itu yang aku pikirkan saat memasukkan sajadah muka ke dalam backpack hitamku.

Waktu sampai, ternyata tidak semudah itu. Karena kami (14 orang dari berbagai negara) harus mengikuti jadwal acara yang ketat, aku dan beberapa orang yang beragama Islam tidak bisa pergi terlalu lama untuk mencari masjid. Ternyata crew acara yang aku tanya juga tidak terlalu mengenal daerah setempat untuk mengetahui letak masjid terdekat.

tumblr_n2hxprwZyx1tt4o4qo1_500
shalat di mana kita? (source)

Jalan keluarnya adalah dengan shalat di pojok restaurant atau di sudut tempat-tempat yang kita datangi. Beruntungnya, selalu ada mas translator yang siap sedia menemani kami. Hal ini membuatku mengalami kejadian lucu di sebuah restaurant. Saat sudah memakai mukena, salah satu pengunjung bertanya kepada mas translator untuk diijinkan berfoto denganku. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi mas translator menjelaskan sambil menahan tawa. Setelah berfoto, bapak itu berterima kasih dan memberikanku ruang untuk beribadah. Itu adalah salah satu pengalaman menarik di negara tersebut.

Setelah acara selesai, aku menyadari sesuatu. Mungkin mereka bukannya tidak tahu letak masjid terdekat, tapi hanya tidak familiar. Lalu aku berfikir, mengapa aplikasi shalat ini tidak sekaligus menunjukkan lokasi masjid terdekat?

Tapi kemajuan teknologi saat ini sudah semakin berkembang. Banyak aplikasi baru yang bertujuan memudahkan hidup kita. Salah satunya adalah munculnya beragam aplikasi untuk kita yang beragama Islam. Dengan semakin banyaknya kegiatan, kita harus tetap ingat untuk break sejenak dan melaksanakan tugas kita sebagai Muslim. Terutama saat travelling.

Perjalanan itu seharusnya mendekatkan, bukan menjauhkan kita pada-Nya.
– Asma Nadia –

“Halal Traveler” dari Cheria Halal Holiday

Logo Halal Traveler

Aplikasi travel lokal buatan Indonesia ini ditujukan untuk para traveler Muslim agar tidak melupakan kewajibannya saat bepergian. Fitur-fitur pada aplikasi ini memiliki fungsi lebih dari itu.

Read More »

Review “Some By Mi Miracle Toner” di Kulit Kombinasi

Setelah pake toner ini selama beberapa bulan, sepertinya gue udah punya info yang cukup buat berbagi pengalaman dengan “Some By Mi Miracle Toner”.

Sebelumnya, tipe kulit wajah gue kombinasi dengan kondisi sebagai berikut:

  • T-zone berminyak
  • U-zone kering
  • Kusam
  • Tekstur kulit tidak rata (terutama di U-zone dekat telinga)
  • Big pores
  • Bekas jerawat

Dulu, gue nggak terlalu concern sama skin care, make-up dan teman-temannya. Setelah kerja di Martha Tilaar, gue baru mulai belajar make-up. Waktu itu yang gue pake cuma “Pond’s White Beauty Day Cream” sebagai pelembap, eyeliner dan lipstik. Bahkan nggak pake bedak atau sunscreen.

GWD
(source)

Sampai gue ngerasa wajah kayaknya makin kusam, terus tekstur (bumpy) di pipi mulai keluar, dan beruntusan kecil-kecil di jidat. Saat itu gue mulai baca-baca tentang skin care, googling nyari review sana sini, nonton Youtube, sampai gue tertarik sama miracle toner ini.

Mari kita mulai review-nya.

First Impression

Botol “Some By Mi Miracle Toner” terbuat dari plastik dengan warna hijau dan putih dan dibungkus kotak dengan warna sama. Botolnya tidak mudah pecah jika terjatuh dan cukup ringan untuk dibawa travelling. Tutupnya berupa ulir dengan ujung botol yang mudah dikontrol, seberapa banyak kita ingin menggunakan product-nya.

20190618_082003

Read More »

Angkot Lyfe – Ngobrol Sama Orang Tak Dikenal (Conversation With Strangers)

Beberapa waktu lalu di timeline Twitter gue muncul tweet ini. Iklan dari “Kitabisa.com” ini cukup jadi perbincangan di dunia Twitter. Ntah siapa yang mulai, tapi iklan ini jadi perdebatan apakah bisa disebut pelecehan atau nggak.

thumbnail-1-e1560260408243.jpg
username-nya gue ilangin soalnya tweet-nya udah diapus sama dia

Gue nggak nyalahin yang ngerasa kalo ini termasuk pelecehan. Mungkin karena sekarang tambah susah percaya sama strangers karena beberapa oknum yang bikin image kaya gitu. Padahal,

23435054_1187753454689824_2925775662418686565_n
(source)

Sebagai perempuan yang (dulu) hampir setiap hari naik kendaraan umum, sesekali pernah juga diajak ngobrol sama strangers. Gue sendiri mikir kalo sebagai perempuan, kita punya “indra keenam” yang bisa ngerasain apakah orang ini beneran cuma mau ngobrol atau emang ada niat lain.

Tweet tadi gue reply dengan ini,

thumbnail.jpg

Ya………..segitu random-nya percakapan gue sama orang-orang yang gue temuin di kendaraan umum. Ini adalah beberapa cerita gue bersama mereka.

Cerita “Angkot Lyfe” yang lain bisa baca di sini ya.

.

Mas-Mas Tanah Abang – “Saya mau diputusin Mbak.”

Hari itu karena harus nyiapin acara tahunan jurusan di “Central Park Mall”, gue terpaksa naik Trans Jakarta terakhir, jam 21:30. Waktu naik dari halte “Jelambar” (depan “Mall Ciputra”), gue bareng 1 laki-laki. Gue sengaja milih kursi di barisan tengah deket Mas Trans Jakarta karena bus udah sepi banget. Nggak sampe 5 menit setelah gue naro pantat di kursi, laki-laki tadi (yang ternyata duduk di depan gue) mulai ngomong,

“Kuliah Mbak?”

Gue bengong dulu, mencerna apa dia beneran ngajak ngobrol. Tapi karena nggak ada orang lain di deket gue, akhirnya gue jawab,

Read More »

Samsung K-Beauty Event + Mini K-Pop Concert

24 November 2018, gue dapet invitation ke “Samsung K-Beauty Event” di The Pallas, SCBD. Dari namanya, bisa kebayang kalo acara ini berhubungan dengan makeup dan Korea. Setelah banyak malam minggu gue habiskan di rumah, ngeliatin Mas Suami main PUBG sambil ngemil kentang goreng, akhirnya bisa main keluar. Finally!

Invitation ini dari kuis “Samsung Galaxy Fan Weeks”, yang hadiah utamanya trip ke Korea, join variety show “Get It Beauty” dan face to face sekaligus say 안녕하세요 (Annyeonghaseyo) ke Jung Hae In. Mungkin karena foto yang kurang presentable atau followers yang kurang banyak, gue cuma kepilih jadi salah satu dari 100 orang yang bisa dateng ke “K-Beauty Event” ini. Lumayan lah…

(source)

invitation cuma buat 1 orang, jadi nggak bisa ngajak temen, tetangganya temen atau pacarnya temen. Waktu sampe sana, di depan The Pallas udah rame. Jam 16.30 akhirnya antrian registrasi ulang dimulai. Setelah data-data kita diverifikasi, mereka ngasih corsage dan Galaxy Fan Weeks gift voucher. Tadinya gue pikir, acara ini semacam workshop. Duduk, nonton presentasi, bikin-bikin sesuatu, makan, pulang-pulang dapet goodie bags. Tapi ternyata………………acaranya kaya pameran.

dsw0f8luwaanzam.jpg
(source)


Read More »